Rabu, 30 November 2011

Empat Musim Cinta



kalau diliat dari judulnya, udah pasti bisa nebak dong kalo cerita di novel ini membahas all about love. (gue juga mikirnya gitu pertamanya) tapiiiiiii gue jadi berubah pikiran, ketika gue membaca cerita tentang POCONG di dalam novel ini. halo, ini apa nyambungnya ya sama cinta?

tapi so far sih bagus-bagus kok ceritanya (walaupun ada yang gue gak ngerti juga) dan.. yah, ada beberapa cerita sih yang menurut gue, GUE BANGET. hahahaha


Cerita yang paling gue banget adalah Cerita Dua Hati karangan Andi Fauziah Yahya. Busetdeh tuh cerita hahahahaha berasa gue sendiri gitu tokohnya. Ini ada potongan-potongan ceritanya yang sengaja gue ketik ulang :


.................
   "Kita sudah banyak berkorban banyak untuk hubungan ini, aku nggak ingin semuanya sia-sia tanpa alasan yang jelas!"
   "Apa semua harus dengan alasan yang detil? Apa alasanku tadi ngga cukup? Bukankah kita memulai hubungan ini dengan kalimat singkat, 'aku mencintaimu'?! lalu mengapa nggak bisa mengakhirinya dengan kalimat, 'aku nggak mencintaimu lagi'?!" 
   Satu persatu air mata jatuh membasahi pipiku. Sakit. Tapi dengan bodohnya, aku tetap mengemis. "Tapi aku masih...."
   "Maaf...tapi aku tidak lagi! sama sekali tidak.." potongnya tegas. "Saat aku yakin kalau aku mencintaimu..aku pasti kembali"
   "Akan kutunggu!"
   "jangan!" Dan dia pun berlalu. Pergi dengan membawa semua harapan yang kutitipkan padanya. Pergi setelah dia menyakiti hati yang dulu kuberi.
   Sembrono kususut air mata dengan lengan baju. "Stop crying! stop! stop! ayo.. tegarlah! kuat! semangat.. it is not the end of the world!" ujarku lirih menyemangati diri sendiri tapi tetap saja air mata ini menganak sungai. Sesak memenuhi dadaku.
....................
....................
"Aku menyesal tapi bukan untuk hal itu. Aku menyesal untuk setiap detik yang terbuang hanya untuk mengasihani diriku dan untuk melupakan semua kenangan tentang dia. menyesal karena selama ini aku membenci diriku sendiri."
....................
....................
   "Kita ngga bisa membuang sesuatu yang menjadi bagian hidup kita begitu saja. Jangan memaksakan diri. Mengenang untuk melupakan. Dengan mengenangnya kamu akan terbiasa dengan rasa sakitnya dan semakin lama semakin rasa itu ngga akan berpengaruh lagi."
...................
...................
Aku masih mencintaimu... hanya saja ada cinta lain yang menungguku!



"Apa Tuhan menciptakan kita satu?
Sebab bersama kita rasakan bahagia,
Berpisah adalah siksa..

Apa kita diciptakanNya sepasang?
Sebab bersamamu ada indah harmoni
Sendiri, aku piano kehilangan bunyi"



"Kututup rapat mataku
Yakin untukmu, tercipta aku

Mungkin, pintu hatimu tlah tertutup
Tiap celah ruangnya telah membeku
Dalam getar tanpa gebu dan bisu
Tapi aku tak mau tau....

Yang aku mau kau tau...
Tiap denyutku adalah kamu
Yang akan membungkus hatimu
Dengan hangat cintaku"

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar